Mutual Recognition Agreement

Mutual Recognition Agreement atau yang biasa disingkat MRA, adalah perjanjian antar dua negara atau lebih untuk mencapai suatu kesepakatan yang di dalamnya mengatur kepentingan masing-masing negara mengenai suatu hal. Biasanya hal yang diatur adalah tentang suatu barang yang diperdagangkan antar negara. Selain itu MRA kadang juga diaplikasikan untuk hal-hal yang berkaitan dengan keprofesian dan tenaga proffesional.

Salah satu contoh terbaru mengenai MRA ini adalah tentang kebijakan impor buah di Indonesia. Kabarnya pada pertengahan akhir 2013, Indonesia akan menandatangani MRA yang isi didalamnya menyatakan bahwa China diperbolehkan mengirimkan hasil perkebunannnya ke Indonesia melalui pelabuhan mana saja. Seperti kita tahu bahwasanya Indonesia menerapkan kebijakan bahwa setiap komoditas barang dagangan dari luar negeri yang akan masuk ke pasar Indonesia harus melewati pelabuhan-pelabuhan tertentu sebagai pintu masuknya untuk pengaturan kapasitas. Dengan kata lain China bisa memasok produknya melalui pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara yang mana pelabuhan tersebut tidak termasuk dalam daftar pelabuhan yang ditunjuk sebagai pintu masuk barang impor.

Sumber:

  1.  http://en.wikipedia.org/wiki/Mutual_recognition_agreement; tanggal akses: 31 Mei 2013
  2. M. Lubis, Anggi., Yulisman, Linda. “China May Get Special Treatment.” The Jakarta Post, Vol.31, No.035, Friday May 31, 2013, h. 1, [Fruit Impors].

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s