R, Alternatif Pengganti Matlab

R

Berawal dari pencarian MATLAB versi Linux yang akhirnya berhujung nihil, saya mulai mencari software komputasi numerik yang lain yang compatible untuk platform Linux. Hasil dari googling dan juga membaca di salah satu textbook penunjang research saya, saya mulai terarahkan untuk mencoba R, software pengolah data yang mirip dengan MATLAB dan tentu saja memenuhi kriteria utama, tersedia versi yang support untuk OS Linux.

Untuk mendownloadnya, anda bisa mengunjungi installer directory nya di sini. Di laman tersebut juga dijelaskan langkah-langkah untuk menginstall R untuk berbagai versi Ubuntu.

Dalam penggunaannya, untuk mempermudah dalam pengoperasian anda bisa menginstall user interface untuk R programming, yaitu RStudio. Link untuk installer nya bisa diunduh di sini. User interface untuk R ini juga tersedia versi untuk platform Windows dan Mac.

Syntax

Saya sendiri belum terlalu intens dengan R programming ini dan hanya menggunakannya untuk beberapa percobaan sederhana untuk mendukung riset di kampus. Namun sejauh yang saya dapati, syntax yang digunakan R cukup mudah dipahami dan digunakan. Apabila sering menggunakan MATLAB sebelumnya, syntax di R tidak begitu jauh berbeda pada prinsipnya. Hanya saja untuk beberapa command memang ada yang berbeda antara R dan MATLAB, salah satunya adalah untuk menandai suatu perintah sebagai komentar. Di MATLAB kita menggunakan simbol % untuk memberikan komentar di script, sedangkan di R menggunakan simbol #.

Ada satu pengalaman yang unik ketika menjalankan program R. Di MATLAB, untuk men-set suatu nilai ke variabel, kita menggunakan tanda =. Misal, a=3Untuk R programming, kita menggunakan kombinasi tanda < (kurang dari), dan tanda – (minus), yang bila digabungkan akan menyerupai tanda panah seperti ini, <-, sehingga, sebagaimana contoh di atas apabila kita akan mengeset nilai 3 ke variable a, kita menulisnya a<-3. Di situlah salah satu letak keunikannya. Konsekuensi menggunakan kombinasi simbol <- adalah apabila kita ingin menyatakan suatu pertidaksamaan kurang dari untuk angka minus, kita diharuskan menambahkan kurung di bilangan minus tersebut. Sebagai contoh apabila kita ingin menuliskan nilai a kurang dari minus tiga, maka kita menuliskannya a<(-3). Apabila hanya ditulis a<-3, program R akan membaca bahwa kita mengeset nilai 3 ke variabel a. Kesalahpahaman ini biasanya terjadi saat kita menggunakan pertidaksamaan untuk proses iterasi. Jadi bila program berhasil di run tetapi hasilnya berasa aneh, coba cek kodingan di bagian loop yang menggunakan pertidaksamaan dengan nilai minus. =)

Tampilan

R

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s